Sebentar saja, aku niatkan menoleh Melihat ke belakang Bagaimana hatiku tentangnya Bagaimana pikirku memaknainya Aku yang dulu Banyak bingung dan tanyanya Masih berlanjut sampai sekarang Aku bersyukur dapat melihat bagaimana aku berproses dalam berbicara dengan diriku sendiri Dulu seperti penuh dengan api Hal-hal yang bergejolak liar Sekarang bara itu lebih terkendali Masih panjang jalanku
Hai. Assalam... Arrahmatullah... Albarakah... Semoga terhubung pada aku... Pada kamu... Pada kita... Yang bagiNya pantas, berhak, layak, patut. --- Aku mau berkabar sedikit. Kembali bingung mau menulis dengan sudut pandang orang mana. Dipikir tulisan sebelumnya bagus yang pakai sudut pandang memisahkan diri dengan diri. Wah. Coba. --- Jadi aku penyampai kabarnya dia, nih? Yang katanya sedikit. Iya-iya. Kamu tenang dulu makanya. Oke. Jadi... kabar dia akhir-akhir ini... Sebenarnya ada hal traumatis, mungkin, yang baru terjadi hari ini padanya. Padahal hanya mimpi. Mimpi yang mengulang halunya. Hanya mimpi yang mengingatkan khayalnya. Kenapa harus ada mimpi begitu? Kayaknya dia udah baca doa tidur, minta perlindungan dari setannya mimpi. Kayaknya, sih. Tapi kemungkinan udah. Atau udah bangun, terus ketiduran lagi tanpa doa. Mau nangis dia. Awalnya dia anggap itu penghibur di tengah kesibukannya akhir-akhir ini. Padahal akhir-akhir ini dia lumayan produktif. Sibuk. Pundaknya sampai l...